Bayern Muenchen Tak Terkalahkan

Penulis: Darmansyah

Kamis, 28 November 2013 | 09:17 WIB

Dibaca: 0 kali

Bayern Muenchen tak terkalahkan. Di laga “matchday” kelima Grup D Champions League di Arena Khimki, Kamis, 28 November 2013, dinihari WIB, klub Bundesliga itu kembali membawa pulang hasil sempurna setelah “membunuh” hasyrat CSKA Moskwa untuk meraih tiket “knock out” lewat kemenangan 3-1.

Kemenangan Bayern Muenchen ini adalah pelengkap dari rekornya sebagai klub yang tidak terkalahkan dalam sepuluh laga Champions League selama musim 2012 dan 2013. Terakhir mereka kalah 0-2 dari Arsenal pada 13 Maret 2013.

Dengan tambahan tiga angka, Bayern menguasai grup dengan nilai 15 atau unggul tiga angka dari pesaing terdekatnya, Manchester City, yang memenangkan laga di hari yang sama dari Pizen..

Kemenangan Bayern diawali gol Arjen Robben dari umpan kiriman Thomas Mueller dari tengah kotak penalti ke sudut kanan bawah gawang Igor Akinfeev.

Mario Goetze memperbesar keunggulan Muenchen i 2-0. CSKA memangkas selisih gol menjadi 1-2 melalui eksekusi penalti Keisuke Honda. Penalti diberikan setelah Dante dinilai melakukan handsball.

Tiga menit setelahnya, Bayern memulihkan keunggulan dua gol berkat eksekusi penalti Thomas Mueller. Bayern mendapatkan penalti setelah wasit menilai Georgy Schennikov melanggar Robben.

Sehari sebelum pertandingan di Khimki Arena, Bayern Munich dihebohkan oleh kasus bocornya strategi tim ke media. Kapten Die Roten Philipp Lahm menyatakan bahwa hal itu membuat suasana di antara pemain terasa kurang nyaman.

“Bild,” surat kabar yang membocorkan strategi Muenchen ini menempatkan tulisannya di “headline” halaman utama dengan nama pemain yang dipasang oleh Guardiola.

Media itu juga melansir bahwa Bayern bakal menggunakan umpan-umpan panjang dan melakukan transisi secepat mungkin. Dengan detil, Bild membeberkan strategi Bayern itu.

Guardiola dikabarkan berang dengan adanya pembocor taktik Bayern itu. Bahkan, dia tak akan memankannya lagi andai ketahuan siapa pelakunya. Akibat kasus ini, Lahm pun mengungkapkan bahwa Bayern tak akan melakukan investigasi untuk mencari siapa pelakunya.

“Jelas ini membuat tak nyaman, itulah yang harus Anda katakan,” ungkap Lahm kepada surat kabar di Munich Tz yang dikutip Sky Sports. “Itu merupakan suatu hal yang tidak perlu dan tak ada hubungannya dengan fair play, tapi itu merupakan suatu hal yang sudah ada dalam klub selama 50 tahun.”

Pep Guardiola, bekas pelatih Barcelona yang menggantikan Heynekes di Muenchen tidak menyangka taktik dan “starting line-up” yang akan dia pasang bocor ke media. Manajer Bayern Munich itu pun marah bukan main.

Adalah “Bild “ yang membocorkan taktik dan siapa pemain yang akan dipasang Guardiola, ketika tim akan berhadapan dengan Borussia Dortmund, akhir pekan lalu. Media tersebut menulis bahwa Guardiola akan menggunakan banyak operan panjang dan melakukan transisi permainan secepat mungkin. “Bild” menjabarkan taktik itu secara detil.

Disinyalir, yang membocorkan taktik itu adalah seorang pemain. Guardiola, saking kesalnya, dikabarkan “Marca” tabloid harian sepakbola terbitan Madrid, mengancam si “mata-mata” itu tidak akan pernah dimainkannya lagi, jika ketahuan.

“Saya tidak peduli siapa mata-matanya, saya ingin dia keluar. Harus ada ganjarannya. Dia tidak akan pernah bermain lagi,” demikian ucap eks manajer Barcelona itu.

“Jika kalian mau, saya akan mengundang kalian untuk melihat arahan saya, jadi kalian tidak perlu mengontak pemain saya,” lanjutnya dengan sarkas.

Kemarahan Guardiola dipahami oleh CEO Bayern Karl-Heinz Rummenigge. Namun, dia tidak akan berusaha untuk mencari siapa pelaku yang membocorkan taktik itu

“Kami tidak akan melakukan hal-hal seperti NSA untuk mengetahui siapa pelakunya. Tapi, saya sarankan dia berhenti atau akan ada masalah di sini,” kata Rummenigge.

Komentar