Bayer Muenchen Klub Tiki Taka Ketiga

Penulis: Darmansyah

Jumat, 1 November 2013 | 09:28 WIB

Dibaca: 1 kali

Bayern Muenchen tetap mempertahan pola permainan impresif, sejak dilatih Joseph “Pep” Guardiola, dengan sentuhan umpan pendek sebagai variasi pilihan atraktif untuk membedakannya dengan masa kepalatihan Heynckes.

Muenchen, seperti ditulis Bob Arthur, pengamat sepakbola Inggris di “The Telegraph,” Jumat, 01 Oktober 2013, mengalami tranformasi merambat untuk menampilkan umpan pendek dan penguasaan bola lebih dominan, khas Barcelona dan Ayax.

Menurut Arthur dalam analisanya, Bayern Muenchen secara keseluruhan tidak berubah total. Sebab senagta sulit untuk mengubah tradisi impresif pola keseimbangan antara blok pertahanan dan serangan secara mendadak.

Berlainan dengan Ayax yang memiliki tradisi “total football” ala Rinus Michels dan Barca yang mengembangkan umpan pendek transformasi “total football” yang kemudian dikenal dengan tiki-taka semasa dilatih Johan Cruyff dan dipatenkan oleh “Pep” Guradiola, Bayern Muenchen membutuhkan perjalanan panjang untuk menjadikan Mueller dan Ribery sebagai personifikasi Andreas Iniesta.

Sampai dengan putaran kesembilan Bundesliga, Bayern Munich tetap berada dalam kondisi stabil, meski telah berganti nakhoda. Keadaan ini dibenarkan oleh salah satu bintangmya, Arjen Robben yang menganggap tak ada yang berubah dalam diri timnya.

Josep Guardiola masuk menggantikan posisi Jupp Heynckes pada musim panas lalu, setelah membawa raksasa Bavaria tersebut meraih treble winner. Meski menghadapi masa transisi, namun Guardiola mampu menjaga tren positif Bayern.

Setidaknya itu terlihat dengan posisi Bayern yang berada di puncak klasemen sementara Bundesliga dengan koleksi 26 poin, di atas rival terdekatnya, Borussia Dortmund. Sedangkan Robben Cs, juga mampu menguasai grup D dengan poin sempurna, meski berada satu wadah dengan Manchester City.

“Anda tidak perlu membesar-besarkan semuanya. Tentu, dia mengubah sedikit, tapi dia tidak mengubah permainaan Bayern secara keseluruhan,” ucap Robben , seperti dilansir FAZ, Jumat 01 November 2013.

Pemain yang berusia 29 tahun itu sempat dikatakan tak merasa bahagia saat Bayern berada di bawah Guardiola, di mana dia hanya baru menjadi starter sebanyak tujuh kali dari 10 penampilannya sejauh musim ini di Bundesliga. Namun Robben langsung membantah isu tersebut.

“Sejauh ini, kami punya banyak pemain yang cedera, jadi cukup baik untuk memulai musim ini. Tapi ini tentu akan terjadi bagi siapapun. Saya pikir berada di bangku cadangan tidak terlalu buruk dan bukan masalah,” tegasnya.

Sementara itu gelandang Bayern Munich, Mario Gotze, tanpa ragu memuji pelatih Pep Guardiola. Menurutnya, Bayern akan terus berkembang menjadi lebih baik di bawah kepelatihan Pep.

“Ini sudah sangat jelas Pep Guardiola merupakan pelatih yang sangat berkualitas. Dia akan membantu tim dan semua pemain berkembang. Target kami adalah terus bermain lebih baik ketimbang tahun lalu,” ujar Gotze.

Gotze menegaskan rela bermain di posisi mana saja sesuai keinginan Guardiola. Sebab, prioritas utama gelandang asal Jerman ini adalah menembus tim utama skuad FC Hollywood musim ini.

“Saya tidak terganggu dengan posisi saya bermain. Saya bisa bermain sebagai pemain sayap, di belakang penyerang, seorang playmaker bahkan penyerang sekaligus. Beruntung, saya seorang pemain yang bisa di posisi mana saja,” katanya.

“Terpenting bagi saya adalah kembali bermain dengan waktu yang banyak. Begitu saya mendapatkan kesempatan bermain, saya akan semakin cepat fit. Tambahan waktu bermain bersama Jerman dan sekarang Bayern melawan Mainz sangat membantu saya,” pungkasnya.

Komentar