Barca Kalah Oleh Skema Permainan Madrid

Penulis: Darmansyah

Minggu, 26 Oktober 2014 | 11:32 WIB

Dibaca: 0 kali

Carlo Ancelotti mengubah skema permainan Real Madrid ketika timnya sempat tertinggal satu gol dari kreasi Neymar di menit ketiga, Sabtu malam WIB, 25 Oktober 2014, di laga “clasico,” pekan kedelapan La Liga di bernabeu, dengan bermain tenang dan terus melakukan serangan tanpa harus bertahan menerima gedoran trisula Barca, Messi, Suarez dan neymar.

Langkah Ancelotti ini di patuhi pemainnya dan ia memuji usaha itu ketika Barcelona bisa dipatahkan dengan tiga gol banding satu gol

Dalam laga lanjutan La Liga itu di Bernabeu itu, Madrid dikejutkan dengan gol cepat Ne ymar saat laga baru berjalan tiga menit. Akan tetapi, Madrid berhasil melakukan comeback setelah Cristiano Ronaldo, Pepe, dan Karim Benzema mencetak gol dan mengunci kemenangan.

“Hal terbaik? Usaha para pemain. kami tidak panik ketika kami kebobolan. Kami melanjutkan laga dengan ide-ide yang sudah kami bicarakan dan segalanya bekerja. Inilah yang saya suka dari tim ini. Tempo laga sangat tinggi,” ungkap Ancelotti.

“Saya selalu berpikir bahwa bertahan bukan jawaban dari kualitas, tetapi itu adalah bunuh diri. Saya berada di klub serius dan profesional. Kami ingin menang dengan penguasaan bola dan memaksimalkan peran pemain sayap. Pada babak kedua kami berhasil menang karena kami memang menginginkannya.

“Saya berpikir mengenai konsentrasi dan apa yang kami lakukan yaitu menjalankan strategi dan instruksi. Sulit untuk membandingkan dengan tim lain, tetapi menurutku ini adalah skuad yang serius.”

“Ini adalah kemenangan yang penting karena lawan kami sangat kuat. Kami juga berhasil mencetak gol karena ingin memangkas poin di klasemen. Karena hal itulah kami semua puas (mengalahkan Barcelona),” tambahnya.

Dengan hasil ini, Madrid menggeser posisi Sevilla yang akan main Senin dinihari WIB, 27 Oktober 2014, nanti, di peringkat kedua. Raihan ini sekaligus memantapkan El Real sebagai tim tersubur di Spanyol musim ini, sekaligus men

Jelang pertandingan, pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, berencana kembali menggunakan skema dasar permainan mereka, empat-empat-dua. Ancelotti menginginkan adanya dua tembok yang secara konstan menahan setiap gempuran Barcelona.

Di menit-menit awal, terlihat betul bagaimana skema ini belum dapat diterapkan dengan sempurna. Luka Modric dan kolega, selalu kehilangan momentum saat membangun pertahanan. Dampaknya, trio penyerang Barcelona yang diisi Luis Suarez, Lionel Messi, dan Neymar, bisa berhadapan langsung dengan bek, tanpa difilter oleh lini tengah.

Hasilnya adalah gol yang dicetak Neymar pada menit keempat. Dari empat gelandang yang mestinya menjadi penahan pertama, nyatanya hanya Luka Modric yang ada di depan barisan bek Madrid. Ini yang membuat Carvajal bergerak ke tengah untuk menutup pos bek tengah yang bergeser karena Marcelo gagal menutup posnya.

Perubahan ini berdampak pada tak terkawalnya Neymar di sisi kanan pertahanan Madrid. Garis pertahanan yang terlampau rendah, membuat Neymar dapat dengan bebas menendang dari tepi garis kotak penalti tanpa gangguan.

Pressing ketat yang diterapkan Madrid sejak menit pertama, bisa dibilang tak berhasil. Aliran bola lancar-lancar saja karena jarak antar pemain di tiap lini yang begitu rapat. Kegagalan ini diperparah percobaan tekel yang terbilang sembrono.

Gol pertama terjadi karena Marcelo yang begitu berambisi merebut bola dengan meninggalkan posnya. Ia lantas melakukan tekel sebelum momentum yang seharusnya. Bola pun dialirkan ke arah Luis Suarez yang ada di sisi kiri atau sisi tempatnya beroperasi. Dari sisi tersebut, Suarez memindahkan bola lewat umpan horizontal ke arah Neymar yang beroperasi di sisi kiri penyerangan Barcelona.

Gerakan Marcelo tersebut membuat Ramos dan Pepe bergeser ke kiri, dengan tujuan menutup ruang yang ditinggalkan Pepe. Sayangnya, gerakan tersebut malah memudahkan Neymar untuk menyelesaikan peluang. Neymar memiliki ruang kosong yang tak bisa ditutup bek Madrid.

Laga Real Madrid dan Barcelona yang dinamai dengan “clasico” diwarnai dengan meningkatkan peredaran uang di rumah-rumah judi dunia. Dua klub terkaya di Spanyol itu termasuk dalam lima besar klub di dunia. Tak ayal, kedua klub tersebut memiliki skuad dengan nilai pasar yang fantastis.

Pada musim ini, Real Madrid mendatangkan empat pemain baru Pengeluaran terbesar terjadi saat Los Blancos memboyong James Rodriguez dari AS Monaco.

Sementara, Barcelona tak kalah menggeliat di bursa transfer musim panas 2014. Tercatat, tujuh pemain baru didatangkan Barcelona ke Camp Nou.

Dengan pengeluaran besar dari kedua klub pada musim ini, pertandingan “El Clasico”, tentu pantas disebut sebagai laga bergelimang harta.

Madrid kemungkinan besar akan bermain tanpa Gareth Pemain asal Wales itu masih mengalami cedera pinggul yang mengecilkan peluang bermain di Santiago Bernabeu.

Di pihak Blaugrana, striker Luis Suarez sudah bisa menjalani laga resmi pasca-hukuman yang dijatuhkan FIFA kepadanya berakhir. Namun, jika bermain, Suarez kemungkinan besar akan tampil sebagai pemain pengganti.

Komentar