Barca Hancur Lebur di Kandang Juventus

Penulis: Darmansyah

Rabu, 12 April 2017 | 08:28 WIB

Dibaca: 1 kali

Juventus membuktikan dominasi kandangnya ketika menghancurleburkan  Barcelona pada laga leg pertama perempat final Liga Champions di Stadion Juventus, Rabu dinihari Wib, 12 April, lewat tiga gol tanpa balas.

Dua dari tiga gol itu dicetak oleh Dybala.

“Barca tak berhasil menggoyahkan dominasi rekor kandang Juventus di ajang Liga Champions,” tulis “marca,” Rabu, 12 April,  setengah mengejek

Bianconeri kembali menunjukkan bahwa mereka memang sangat menakutkan bila tampil di kandang.

Sebelum laga lawan Barcelona, Juventus telah memegang rekor tujuh belas laga kandang tak terkalahkan di Liga Champions.

Rentetan laga itu merupakan rekor sepanjang sejarah klub tersebut di Liga Champions.

Keperkasaan Juventus di kandang pada akhirnya berhasil dilanjutkan pada laga lawan Barcelona.

Sepasang gol Paulo Dybala dan gol dari Giorgio Chiellini membuat Juventus mengakhiri pertandingan dengan kemenangan.

Performa Juventus pada laga kandang di Liga Champions musim ini sejatinya sempat menghawatirkan.

Namun  Juventus mampu menjalani tiga laga kandang berikutnya dengan kemenangan. Bukan hanya sekadar kemenangan, Juventus meraih kemenagan dengan catatan tanpa kebobolan.

Tim terakhir yang bisa mengalahkan Juventus di Stadion Juventus adalah Bayern Munich pada musim lalu. Saat itu Munich menang lewat gol Mario Mandzukic dan Claudio Pizarro.

Kemenangan ini jelas menjadi modal berharga bagi Juventus dalam menjalani leg kedua di Camp Nou

Striker Juventus, Paulo Dybala, yang mencetak dua dari tiga gol kandang itu,  menyebut mimpinya terwujud setelah kemenangan telak itu.

Dybala jadi pahlawan kemenangan Juventus lantaran mampu mencetak dua gol cepat di menit ketujuh dan kedua puluh dua

“Saya rasa Juventus mencatat performa hebat di laga ini, kami mampu memaksimalkan setiap kesempatan yang kami dapatkan. Ini adalah hasil positif untuk laga kedua di Camp Nou,” tutur Dybala seperti dikutip dari Football Italia.

Dybala mengakui bahwa dirinya sudah sejak lama membayangkan bisa jadi pemain penting di laga besar seperti pada laga kali ini.

“Saya sangat gembira. Saya sangat gembira karena sejak kecil saya ingin menjalani momen seperti ini dan hari ini saya berhasil melakukannya.”

“Kami dalam suasana yang bagus saat ini dan dalam kondisi penuh percaya diri. Hal tersebut penting bagi dalam upaya untuk terus melaju di kompetisi ini dan mencapai tujuan kami,” ujar striker asal Argentina ini.

“Kami pastinya tak akan bisa beristirahat saat ini. Kami harus tetap mendapatkan hasil positif di leg kedua dan berupaya tak kebobolan.”

“Kami tahu laga nanti akan berjalan sangat sulit,” kata Dybala

Permainan impresif Dybala lantas menuai pujian dari sang juru taktik Juve, Massimiliano Allegri.

“Dybala menunjukkan kualitasnya dengan penampilan luar biasa, tapi semua pemain tampil sempurna malam ini,” ujar Allegri usai timnya membantai Barca 3-0, seperti dikutip dari Football Italia.

“Penyelesaian akhirnya amat hebat. Saya sangat senang dengannya, sama seperti kepada para pemain lainnya.”

Allegri juga mengungkapkan, kemenangan telak Juve tersebut menunjukkan, timnya telah memenangkan pertarungan sarat psikologis.

“Banyak sekali harapan di tim ini agar bisa tampil bagus di perempat final. Ini merupakan tes psikologis dan kami butuh meningkatkan performa kami dengan sistem ini,” terang Allegri.

Gol pertama Dybala terjadi setelah ia menerima umpan dari Juan Cuadrado.

Sesaat setelah menerima bola, Dybala melakukan putaran dan melepaskan tembakan ke arah tiang jauh gawang Barcelona yang dikawal oleh Marc Andre ter Stegen.

Kiper asal Jerman itu sudah berusaha menjangkau bola namun ia gagal melakukannya.

Mantan pemain Barcelona yang kini membela Juventus, Dani Alves, memiliki perasaan aneh pada laga perempat final Liga Champions musim ini.

Sebab, ia harus berhadapan dengan bekas rekan satu timnya di Barca.

Alves merupakan salah satu pilar Barcelona selama delapan musim. Ia turut andil mempersembahkan tiga trofi Liga Champions, enam titel La Liga, dan lima Piala Raja.

Karier terbaik Alves memang terjadi selama ia berseragam Barca. Penampilan cemerlangnya bersama tim Katalonia itu bahkan menjadi modal kuat dalam menyingkirkan Maicon di skuat utama timnas Brasil.

Namun, Alves mengambil keputusan mengejutkan dengan hijrah ke Juve di awal musim ini. Dan, untuk kali pertama Alves bakal bersua menghadapi mantan klub yang pernah melambungkan namanya.

“Ya, aneh rasanya melawan Barca dengan seragam hitam-putih (Juventus). Saya bermain dengan tim yang sama dan bersama rekan satu tim yang sama selama beberapa tahun terakhir,” kata Alves dikutip dari situs resmi FIFA.

“Terasa aneh, tapi itulah sepak bola. Saya orang yang penasaran dan pengalaman baru sangat menggairahkan saya lebih dari apapun. Dan, perasaan itulah yang saya miliki bersama Juve saat ini,” sambungnya.

Terlepas dari perseteruan kedua tim, Alves yakin para pemain Barca merindukan sosoknya. Sebab, pemain asal Brasil ini menjadi salah satu pemecah suasana dengan karakter lucunya.

“Saya yakin Barcelona merindukan saya. Saya adalah orang yang bisa membawa keceriaan di ruang ganti. Para pemain di sana juga sangat merindukan saya, terutama dengan keceriaan dan tingkah saya,” ujar Alves.

“Tapi, mereka juga menghargai saya sebagai profesional, pesepak bola, dan seseorang yang membuat setiap pertandingan unik dengan tarian, musik baru atau dengan apa saja.”

Komentar