Barca Ditinggal Pergi Gerrado Martino

Penulis: Darmansyah

Minggu, 18 Mei 2014 | 11:52 WIB

Dibaca: 0 kali

Barca tidak hanya kehilangan trofi La Liga, mereka juga membiarkan sang pelatih Gerrardo Martino pergi setelah selama satu musim menjadi “tumbal” ketidak-konsistenan klub Nou Camp itu menjadi “super power” di pentas domestik dan panggung Europa.

Kegagalan ini memang mempertaruhkan pekerjaan Gerardo Martino. Martino sudah resmi mengundurkan diri sebagai pelatih, dan kabarnya posisinya akan diisi oleh Luis Enrique mulai musim depan.

Dengan langkah sedikit terseok dan pandangan nanar, Gerrado Martino ketika memasuki ruang konfrensi pers di Stadion Camp Nou, Barcelona, hanya mengibaskan tangannya sembari menunjuk ke kursi tempat duduknya untuk memberikan keterangan.

Ini kejadian yang tidak biasa. Martino yang datang ke Nou Camp di awal musim lalu biasanya ramah dan selalu mengangguk ketika wartawan membuntutinya di ruang wartawan Nou Camp. “Kali ini ia sadar tidak menjadi bagian dari Barcelona,” tulis surat kabar terkenal Spanyol terbitan Madrid, “MARCA, dalam edisi Minggunya, 18 Mei 2014.

Menurut “Marca,” Martino yang datang ke Nou Camp dengan harapan besar akan menjadi pelatih terbaik setelah hengkangnya Joseph “Pep” Guradiola dan mundurnya Tito Villanova karena sakit, hany bisa menjadi tumbal untuk satu musim.

“Musim roller coaster,” tulis “Marca” untuk menggambarkan kepelatihan Martino yang penuh dengan “dekadensi” ketidakpastian permainan. “Ia memang bertahan dengan tiki taka. Tapi tidak menyalin filosofinya. Filosofi yang sudah dituliskan oleh legenda mereka Johan Cruyff.”

Mantan pemain Ayax dan Barcelona itu, yang kemudian menjadi pelatih di klub Catalans itu, membuat sebuah perubahaan besar di klub Nou Camp dengan menmg”up date’ akademi “La Masia” dan memulai permainan umpan pendek dengan kecepatan penuh impresifitas untuk menjadikan Barca sebagai sumbu kekuatan sepakbola Spanyol dan Europa.

Setelah musim yang mengecewakan, seperti dikatakan Cruyff, Barcelona harus memulai sebuah langkah perbaikan. Tidak hanya memastikan berpisah jalan dengan Gerardo Martino, Los Cules kini sedang menyiapkan langkah besar dengan nama perubahan.

Mengarungi tiga kompetisi di musim 2013-2014 ini, Barca finis tanpa satupun gelar. Menjadi yang pertama kalinya sejak 2008 di mana anak-anak Catalan menyelesaikan musim tanpa meraih trofi.

Merasa bertanggung jawab atas kegagalan Barca, pelatih Gerardo Martino lantas memutuskan mengundurkan diri dan telah dikonfirmasi oleh pihak klub.

“Berita itu membuat kami sedih. Kami benar-benar menghargai dia. Dia adalah orang yang luar biasa. Dia meninggalkan tanda impresif di tim ini,” kata Presiden Barca Josep Maria Bartomeu di situs resmi klub.

Pengunduran diri Martino dinilai sebagai awal perbaikan Barca menatap musim depan. Bartomeu mengungkapkan ada rencana perombakan besar di klubnya, mengingat sejumlah pemain penting seperti Carles Puyol dan Victor Valdes juga memutuskan tak lanjut.

Barca juga menjanjikan akan adanya sejumlah keputusan yang diungkap dalam waktu dekat. Muncul dugaan bahwa tim Catalan itu akan menngumumkan pelatih baru, di mana pelatih Celta Vigo Luis Enrique disebut-sebut sebagai calon yang terkuat.

“Kami akan memasuki sebuah periode dengan perubahan besar. Ada sejumlah pemain yang tidak akan melanjutkan karier (di Barcelona), tapi filosofi kami tidak akan berubah,” lanjutnya.

“Ada sejumlah hal yang telah diputuskan, kami akan mengumumkannya di hari-hari mendatang. Kami terus melaju dengan konsep sepakbola kami,” demikian Bartomeu.

Barcelona sendiri merelakan titel jatuh ke tangan Atletico Madrid dan mengakui performa sang rival. Secara keseluruhan, Blaugrana menyebut musim ini tidak berjalan sesuai harapan mereka.

Barca gagal mempertahankan trofi Liga Spanyol setelah ditahan imbang Atletico 1-1 di Camp Nou pada laga pamungkas musim ini. Hasil tersebut membuat titel melayang ke Los Colchoneros, yang mengakhiri penantian 18 tahun.

“Hari ini kami harus memberi selamat kepada Atletico Madrid. Hari ini adalah sebuah hari untuk berpikir dan merenung. Kami harus mengakui prestasi Atletico dan beranjak,” kata Presiden Barca Josep Maria Bartomeu di situs resmi klub.

Kegagalan tersebut berarti bahwa Lionel Messi dkk. hanya mampu meraih Piala Super Spanyol selama satu musim di bawah tangan Gerardo Martino. Hasil ini disambut kekecewaan dari manajemen dan utamanya para penggemar.

“Mereka benar. Kami hanya memenangi Piala Super Spanyol dan kami dibuat sedih karena itu. Kami tidak mencapai target-target dan kami tidak senang. Ini adalah sebuah musim yang rumit,” tambah Bartomeu.

Menyusul musim tak memuaskan ini, sebuah langkah telah diambil. Barca mengumumkan berpisah jalan dengan Martino. Bartomeu selanjutnya menjanjikan akan ada perubahan besar untuk musim depan.

sumber : marca, as, barcelona. com dan football espana

Komentar