Barca Dipersimpang Jalan Bersama La Liga

Penulis: Darmansyah

Selasa, 3 Oktober 2017 | 08:09 WIB

Dibaca: 0 kali

Bercelona menghadapi dua tantangan besar bersamaan dengan sikap  Presiden La Liga Spanyol, Javier Tebas, dalam memperlakukan FC Barcelona akhir-akhir dan sikap yang diambilnya kelak usai Catalonia pisah dari Spanyol.

Terhadap sikap  kepantasan La Liga  sebagai pemimpin operator terus  dipertanyakan Barca.

Kondisi Catalonia yang merupakan basis FC Barcelona saat ini tengah memanas.

Hal ini disebabkan oleh niat salah satu regional di Spanyol itu untuk menggelar referendum demi memerdekakan diri pada Minggu lalu

Berdasarkan undang-undang Spanyol, referendum adalah sesuatu yang ilegal.

Alhasil, sikap dari masyarakat Catalunya untuk memerdekakan diri itu membuat kepolisian Spanyol turun tangan dan menghadirkan kerusuhan di berbagai tempat di Catalonia.

Jadwal referendum Catalonia itu pun bertepatan dengan pertandingan La Liga Spanyol antara FC Barcelona menghadapi Las Palmas di Stadion Camp Nou.

Barcelona sempat meminta izin kepada pihak La Liga Spanyol untuk memundurkan jadwal pertandingan agar para pendukung mereka bisa tetap menyaksikan pertandingan.

Namun, hal ini langsung ditolak Javier Tebas. Pria berusia 55 tahun itu bahkan memberikan ancaman kepada Barcelona jika gagal menggelar laga sesuai dengan jadwalnya.

Ancaman terbesar yang dilayangkan Tebas kepada Barcelona jika batal menggelar pertandingan ini berupa pemotongan enam poin.

Hal ini seakan menunjukkan unsur politis dan tidak memberikan toleransi kepada Barcelona, mengingat kondisi di sekitar tempat pertandingan tengah tidak kondusif untuk menggelar laga.

Alhasil, Barcelona pun tetap menggelar pertandingan di Camp Nou di hadapan sembilan puluh ribu bangku kosong.

Di sisi lain, Tebas memberikan izin kepada pihak Las Palmas untuk memasukkan unsur bendera Spanyol di seragam mereka pada pertandingan tersebut demi menyuarakan persatuan bagi negara mereka.

Ketidak berpihakan kepada Barcelona ini bukan kali pertama dilakukan Tebas.

Selama menjabat, keputusan-keputusan Tebas juga diduga telah menghadirkan perselisihan jangka panjang dengan Barcelona.

Pria yang merupakan fans Real Madrid itu juga sosok yang dikenal sering mengedepankan pendapat pribadinya dalam menentukan keputusan secara terbuka.

Dengan sikapnya selama menjadi Presiden LFP dan tindakannya selama beberapa hari terakhir, Tebas dipandang tidak layak sebagai pemimpin.

Tebas juga dinilai tidak memiliki obyektivitas yang sesuai sebagai pemimpin La Liga Spanyol demi menghadirkan keadilan kepada semua anggotanya, termasuk Barcelona.

Sementara itu, Pep Guardiola salah satu pesohor sepak mengatakan, keinginan publik Catalan merdeka karena kebutuhan, bukan kebencian terhadap Spanyol.

“Kami tak ingin mereka orang-orang di luar Spanyol) berpikir bahwa kami orang-orang Catalan) membenci Spanyol. Spanyol adalah negara mengagumkan, dengan kesusastraan, olahraga, dan kota-kotanya,” ujar Guardiola dikutip dari Marca.

“Namun, ada kebutuhan yang harus juga dipahami, ada populasi yang mencoba memutuskan untuk menentukan masa depan mereka sendiri.”

Sebelumnya, rakyat Catalan melakukan referendum meski tanpa restu dari pemerintah Spanyol. Hasilnya 90 persen pemilih memutuskan ingin memisahkan diri dari Spanyol.

Sempat terjadi kerusuhan usai Presiden Catalonia, Carles Puidgemont, menyerukan kemerdekaan dari Spanyol secara sepihak. Pemerintah Spanyol pun mengklaim kerusuhan itu mengakibatkan sejumlah polisi terluka.

Namun, Guardiola mengatakan hal itu merupakan berita salah yang sengaja diembuskan pemerintah Spanyol.

“Spanyol akan terus menutup kenyataannya, tapi hampir seluruh dari media-media internasional akan menunjukkannya.”

“Saya baca El Pais, bahwa mereka menyebut sejumlah polisi terluka. Cedera karena apa? Pemungutan suara?” tegasnya.

Sebaliknya, Guardiola mendapat laporan dari sejumlah rekan, saudara dan teman-temannya bahwa yang terluka adalah rakyat Catalan yang berdemonstrasi.

“Mereka terluka karena tembakan peluru karet yang jelas sekali ilegal di Catalonia. Mereka mematahkan jari tangan wanita,” ujar Guardiola

“Ada sejumlah bukti gambar hari ini yang tak bisa terbantahkan. Perdana Menteri harus menjawab hal ini karena ia masih menjadi perdana menteri Spanyol.”

“Kenapa kami tidak bisa seperti Inggris, yang sudah sangat demokratis sejak berabad-abad lalu dibandingkan kita (Spanyol)?” pungkasnya

Barcelona akan turut dalam rencana mogok masal yang dilakukan pada Selasa waktu setempat, terkait masalah politik antara pemerintah Spanyol yang menentang adanya referendum Catalonia.

Pihak klub memastikan mereka akan mematuhi rencana pemogokan yang diajukan oleh kelompok pendukung referendum Catalonia sebagai bentuk protes terhadap pemerintah Spanyol.

Keputusan ini diambil pada pertemuan dewan direksi Barcelona pada Senin pagi yang kemudian diumumkan di berbagai kanal termasuk lewat media sosial

Dengan demikian maka Barcelona akan meniadakan seluruh kegiatan administrasi di kantor mereka. Seperti dikutip dari Marca, bahkan latihan untuk pemain senior dan junior juga ditiadakan.

Khusus tengah pekan ini hanya tersisa beberapa pemain di tim senior Barcelona. Mayoritas meninggalkan markas karena bergabung bersama tim nasional masing-masing untuk menjalani laga internasional.

Sebelumnya Barcelona juga melakukan mogok selama lima belas menit pada Senin siang kemarin .

 Pihak klub memilih untuk menutup stadion karena adanya referendum Catalonia yang memicu ketegangan antara penduduk Catalan dan polisi Spanyol.

Bahkan sebelumnya Barcelona meminta laga ditunda, namun keinginan batal terwujud karena otoritas La Liga tidak memberi izin.

 

Komentar