Liga Champion
Barca Bunuh Impian Milan di Nou Camp

Penulis: Darmansyah

Rabu, 13 Maret 2013 | 10:56 WIB

Dibaca: 1 kali

Barcelona mendapatkan kembali tuah “tiki taka”nya, yang hilang selama tiga pekan terakhir, dan membalikkan semua prediksi para pengamat tentang telah musnahnya era “gladiator” dari “Catalonia,” yang selama satu dekade terakhir mengajarkan sepakbola menyerang, usai membunuh mimpi AC Milan melaju ke perempat final laga Liga Chamipons di Nou Camp, Rabu dinihari WIB, dengan menggeleparkan klub asal San Siro itu 4-0.

Ambrosini, kapten AC Milan, dengan setengah menangis terhenyak di pinggir lapangan usai pertandingan. Ia menatap langit ketika sorot kamera jatuh ke wajahnya dan berbisik kepada dirinya sendiri,”malam ini akhir dari sebuah impian. Kami tidak bisa menggapainya. Sejak awal kami dibuat sebagai mainan. Kami tidak mampu menaklukkan Nou Camp, Barca, Iniesta dan Lionel Messi. Semuanya telah pergi.”

Ambrosini menyadari betapa dahsyatnya “tiki taka.” Ia tidak bisa mengungkapkan bagaimana badai serangan dari kelicinan Messi menusuk persis di jantung permainannya. “Tak ada yang disalahkan. Juga tak ada yang dikalahkan. Kami memang pantas menerimanya. Dan ini pelajaran terakhir setelah dua pengalaman sebelumnya memberi kami keyakinan bahwa Barca tidak bisa dikalahkan di Nou Camp,” kata Ambrosini mengusap wajahnya ketika meninggalkan lapangan pertandingan.

Barcelona, Rabu dinihari, di leg kedua 16 Besar Laga Champions memang membalikkan prediksi para “cendekiawan” bola tentang telah berakhirnya era “tiki taka.” Berakhirnya sebuah tesis besar yang di anut oleh Lois van Gaal dan di “bumi”kan di Nou Camp oleh Pep Guradiola bahwa, sepakbola menyerang adalah pertahanan terbaik.

Guardiola yang terinspirasi van Gaal ketika melatihnya di Nou Camp dua dekade lalu, mengajarkan tentang dominasi penguasaan untuk mengamankan pertahanan. Saat kehilangan bola lakukan “pressure” di semua blok oleh semua pemain. Bikin lawan tidak nyaman mengontrol bola.

Itulah petuah van Gaal yang diamini Pep Guradiola, di warisi dengan sempurna oleh Tito Vilanova dan dimainkan oleh Jordi Roura. Hasilnya, AC Milan yang datang dengan mengantongi dua gol dari kemenangan leg pertamanya di San Siro dibunuh tanpa ampun lewat sebuah atraksi permainan agresif, menekan dengan aliran bola yang sangat cepat dari setiap sudut lapangan serta mengumumkan telah pulihnya karakter permainan Barca seperti ketika masih di latih Pep Guradiola.

“Kami telah kembali. Menekan, dan bereaksi cepat setelah kehilangan bola. Kami telah melakukan presisi yang baik untuk menghancurkan impian setiap lawan,” kata Carles Puyo, sang arsitek serangan, yang malam itu turun kembali ke lapangan setelah absen dalam tiga laga karena cedera otot “hamstring.”
Asisten pelatih Barca, Jordi Roura, hanya tertawa usai kemenangan besar dan mengantarkan timnya ke perempat final Champions. Ia mengibas tangannya dengan lembut ketika ditanyakan apakah ada peran Tito, sang pelatih yang kini sedang menjalani terapi penyembuhan kankernya di New York, tentang kemenangan. “Ia menelpon saya, memberitahu tak ada yang salah dari tiga kekalahan beruntun Barca di tiga pekan terakhir. Ia juga mengatakan, kami sudah pulih ketika mengalahkan Deportivo La Coruna 2-0 di laga La Liga tiga hari lalu.”

Barcelona memang tampil luar biasa di Nou Camp. Ketika laga baru berjalan lima menit, Lionel Messi sudah berhasil membobol gawang Christian Abbiati, usai melakukan umpan satu-dua yang apik dengan Xavi Hernandez.
Messi yang apes mencetak gol di laga tandang Barca di San Siro dua pekan lalu melepaskan tembakan keras lewat celah sempit di antara dua bek lawan. Abbiati hanya terpana melihat bola bersarang di pojok kanan atas gawangnya.

Milan yang berada di bawah tekanan di menit-menit awal memiliki kesempatan emas mencetak gol balasan lewat serangan balik pada menit ke-9 ketika Stpehan El Shaarawy berhasil menembus ke dalam kotak penalti. Namun, tembakan El Shaarawy masih terlalu lemah sehingga Victor Valdes dengan mudah mengamankan bola.

Barca tak memberikan ruang kepada Milan untuk mengembangkan permainannya. Andres Iniesta nyaris menggandakan keunggulan timnya pada menit ke-13. Gelandang asal Spanyol tersebut melepaskan tembakan keras. Berhasil ditepis Abbiati, bola reboud berhasil ditanduk Messi. Namun, bola tandukan Messi masih gagal mengenai sasaran.

Tak lama berselang, giliran Dani Alves yang mengancam gawang Milan melalui tembakan jarak jauh. Beruntung, bola tembakan Alves masih bisa diblok Abbiati.

Barca sukses menekan Milan dalam 15 menit pertama. Sementara Milan terlihat grogi pascakebobolan. Beberapa kali Massimo Ambrosini dan kawan-kawan melakukan kesalahan dalam melepaskan umpan.

Hal ini berusaha diekspolitasi Lionel Messi dan kawan-kawan. Milan hanya terlihat menunggu. Begitu menguasai bola, Milan langsung melancarkan serangan balik. Namun, benteng pertahanan Barca terlalu tangguh untuk ditembus. Selain itu, aliran bola ke lini depan terlalu deras sehingga El Shaarawy kesulitan menguasai bola. Setidaknya hal tersebut terjadi hingga menit ke-30.

El Shaarawy nyaris mampu membuat kejutan. Pemain muda asal Italia tersebut berhasil menguasai umpan Mexes pada menit ke-33. Namun, lagi-lagi, bola tembakannya berhasil diamankan oleh Valdes. Pada menit ke-36, Niang berhasil menembus ke dalam kotak penalti lawan. Apes bagi Milan, bola tembakan Niang masih membentur tiang.

Milan pun mendapatkan malapetaka setelah untuk kedua kalinya Messi berhasil membobol gawang Abbiati pada menit ke-40. Menguasai umpan Iniesta, Messi melepaskan tembakan mendatar. Bola melewati sela-sela kaki Mexes dan kemudian bersarang ke pojok kiri bawah gawang Milan. Babak pertama pun berakhir 2-0 untuk Barca.
Untuk memastikan tiket perempat final, kedua tim hanya butuh satu gol tanpa kebobolan pada babak kedua. Barca lebih dulu mengancam lewat tusukan dari Messi. Beruntung, tembakan Messi masih mampu diamankan Abbiati pada menit ke-48.

Akhirnya, perjuangan Barca berujung manis. Villa berhasil mencetak gol setelah menguasai umpan brilian dari Xavi. Di sisi kanan dalam kotak penalti lawan, Villa dengan kaki kirinya melepaskan tembakan yang membuat bola bersarang ke pojok kiri gawang Milan.

Dengan tertinggal 2-3 secara agregat, Milan mutlak harus mencetak satu gol untuk merebut tiket perempat final.

Allegri pun langsung melakukan perubahan. Dia memasukkan Robinho dan Sulley Muntari untuk menggantikan Niang dan Ambrosini pada menit ke-60. Meski begitu, Milan tetap terlihat kesulitan mengembangkan permainnya. Barca masih menguasai permainan.

Dalam 15 menit sebelum laga usai, kedua pelatih kembali melakukan perubahan. Allegri memilih memasukkan Bojan untuk menggantikan Flamini. Sementara Jordi Roura menarik Villa, menggantikannya dengan Alexis Sanchez.

Hadirnya Bojan nyaris membuat Barca kelabakan. Sebuah umpannya berhasil dimanfaatkan Robinho pada menit ke-82. Sayang, bola tembakan Robinho masih bisa diblok oleh Alba.

Milan terus melancarkan serangannya. Namun, peluang Milan benar-benar pupus setelah Alba berhasil mencetak gol tambahan pada menit 90+2. Berawal dari serangan balik, Messi memberikan umpan kepada Sanchez. Sanchez kemudian melepaskan umpan silang kepada Alba. Dengan tenang, Alba berhasil menyarangkan bola. Gol itu memateraikan kemenangan Barca 4-0

Kemenangan 4-0 ini menjadikan egregat gol kedua tim menjadi 4-2 untuk Barca dan memuluskan langkah tim Nou Camp melaju ke perempat final Champions.

Komentar