Barca Berhimpitan dengan Real di LaLiga

Penulis: Darmansyah

Senin, 16 Februari 2015 | 12:00 WIB

Dibaca: 0 kali

Barcelona tampil elegan ketika menjamu Levante di Nou Camp, Senin dinihari WIB, 16 Februari 2015, dengan menghempaskan klub medioker itu lima gol tanpa balas, dan tiga gol dari kemenangan itu berasal dari “hattrick” Lionel Messi.

Kemenangan ini makin mengukuhkan persaingan antara Barca dengan Real Madrid lewat selisih satu poin. Sebelumnya, Real Madrid berhasil memenangkan laga kandangnya ketika menjamu Deportivo La Coruna dua gol tanpa balas.

Pada saat yang sama, Atletico Madrid yang menjalani laga tanda ke Etsadio Balaidos dihajar klub papan tengah Celta Vigo dua gol tanpa balas yang menyebabkan klub Vicente Calderon itu tercecer dari Real dan Barca.

Dalam laga di Nou Camp, Lionel Messi yang sedang dalam penampilan yang impresif membuat hattrick dengan tiga gol dari lima gol Barca.

Impresifnya penampilan Messi ini menyebabkan pelatih Luis Enrique tidak akan mengistirahatkannya, setidaknya dalam waktu dekat.

Pentingnya peran yang ditunjukkan oleh Messi membuatnya nyaris tak pernah dicadangkan oleh Enrique dalam beberapa pertandingan terakhir.

Dari sebelas laga terakhir Barca di semua kompetisi, Messi selalu tampil jadi starter di sepuluh pertandingan.

Yang paling aktual, Messi kembali turun sejak menit pertama saat Barca menjamu Levante di Camp Nou, Senin dinihari WIB.

Dalam laga itu, Enrique melakukan delapan perubahan pada susunan pemainnya jika dibandingkan dengan petandingan Copa del Rey melawan Villarreal. Tapi Messi menjadi salah satu yang tidak terkena rotasi.

Dalam pertandingan itu, Messi membukukan hat-trick dan menyumbang assist untuk gol Neymar. Jika ditotal, Messi sudah menyumbang empat belas gol dan tujuh assist dari sepuluh kali penampilan terakhirnya.

Enrique sadar betul akan peran penting Messi untuk Barca. Oleh karena itu, dia belum akan mengistirahatkan pemainnya itu.

“Saya tidak akan mengistirahatkannya sementara dia sedang sangat menikmati dirinya sendiri,” sahut Enrique seperti dikutip AS.

“Ketika kami bermain melawan tim yang rapat dalam bertahan, kami harus membuka ruang dan memanfaatkan peluang dengan cepat. Kemampuan Leo untuk melakukan itu adalah kunci bagi kami, dia tahu bagaimana memecahkan masalah kami,” imbuhnya.

Barcelona sedang dalam periode bagus dengan melaju sempurna di sebelas pertandingan terakhir. Tapi sang pelatih, Luis Enrique, mengingatkan timnya agar tak terlena dalam euforia.

Kemenangan ini tak hanya menjaga jarak Barca dengan Real Madrid di puncak klasemen tetap satu poin, namun juga menegaskan laju impresif mereka.

Rangkaian hasil positif ini jelas jadi sebuah suntikan moral untuk Blaugrana dalam persaingan gelar. Enrique cuma mengingatkan anak asuhnya untuk tetap fokus.

“Di babak pertama kami kurang seimbang tapi kemudian, di babak kedua, kami bermain sangat bagus. Semua orang ingin memainkan perannya dalam laga ini dan kemenangan ini benar-benar memperkuat kepercayaan diri kami,” kata Enrique kepada AS.

“Para pemain tidak punya alasan untuk merasa euforia, kami bukan satu-satunya tim yang terlibat di persaingan kompetisi ini. Tapi saya suka melihat para penggemar merasakan euforia. Itu krusial karena membuat kami merasa optimistis bahwa kami bisa melaju dan memenangi trofi-trofi,” tambahnya.

Barcelona berhasil mengulangi catatan sebelas kemenangan beruntun pada musim 2008-2009. Namun pelatih Blaugrana Luis Enrique enggan terlalu membesar-besarkannya.

Infostrada melansir bahwa laju ini mengulang catatan Barca pada September-November 2008 silam, kala masih ditangani Pep Guardiola. Ini adalah kali pertama Los Cules bisa melaju lagi sedemikian mulusnya setelah sekian musim.

Menjadi istimewa karena pada musim 2008-2009 tersebut, Barca memenangi tiga gelar sekaligus di akhir musim yakni Liga Spanyol, Copa del Rey, dan Liga Champions.

Keberhasilan Enrique membawa Barca mengulang catatan kemenangan beruntun bisa menjadi sebuah fondasi untuk sukses yang lebih besar seperti era Guardiola.

Namun Enrique pribadi enggan terlalu fokus pada catatan tersebut. Kecuali Barca juara di akhir musim, dia tak akan menganggap laju 11 kemenangan beruntun ini bermakna penting.

“Saya tidak tahu bahwa kami telah menaklukkan catatan tersebut. Sejujurnya, saya tidak benar-benar tertarik dengan hal ini,” kata Enrique dikutip AS.

“Kita bisa melihat kembali dan mengevaluasi makna catatan ini di akhir musim. Jika itu berarti kami memenangi trofi, maka baguslah,” tambahnya.

Komentar