Bale Tidak Boleh Tinggalkan Real Madrid

Penulis: Darmansyah

Kamis, 28 Mei 2015 | 11:06 WIB

Dibaca: 0 kali

Gareth Bale meninggalkan Madrid? Tidak, kata Chris Coleman pelatih nasional Wales. “Bale tidak boleh meninggalkan Real,” tegasnya kepada BBC Sports, Kamis, 28 Mei 2015.

Penyebabnya? Kehadiran Bale di Real Madrid, kata Colleman, memberi dampak positif bagi Timnas Wales.

Sebelumnya, madridista mengkritik Bale dalam beberapa bulan terakhir. Pemain berjuluk The Welsh Wizard itu dinilai memiliki andil atas anjloknya Madrid musim ini yang gagal menjuarai satu pun kompetisi.

Tak pelak, masa depan mantan bintang Tottenham Hotspur itu pun sedang menjadi tanda tanya.

“Saya tidak merasa masa depannya akan berubah di Madrid. Presiden mereka banyak berpikir tentang Gareth . Kecuali jika memang Gareth ingin pindah yang mana itu lain lagi kasusnya. Saya yakin dia takkan ke mana-mana,” kata Coleman kepada BBC Sport.

“Saya juga berpikir dia tidak ingin pindah. Ini adalah Real Madrid, tak bisa dibantah klub terbesar di dunia. Dia tidak ingin pindah, tidak,” lanjutnya.

Coleman lantas menilai La Liga adalah kompetisi yang terbaik serta cocok untuk Bale, dan itu juga akan berdampak positif untuk Timnas Wales. Dia menilai demikian karena pernah bertualang di Negeri Matador sebagai pelatih Real Sociedad.

“Saya tahu seperti apa La Liga. Temponya berbeda. Tak menggunakan fisik seperti Premier League. Pemain kami yang bermain di Premier League merasakannya. Dari perspektif Bale, ketika dia datang ke kami, secara fisik dia dalam bentuk yang bagus,” jelasnya.

“Belum lagi pajak yang lebih rendah ketimbang di Premier League. Dari sudut pandang saya, saya ingin melihat dia tetap berada di sana,” pungkasnya.

Terhadap gugatan madridista itu, Gareth Bale secara terus terang mengakui bahwa ia “disiksa” lewat “aksi” siulan di lapangan dan cemoohan serta caci maki di media sosial.

Pernyataan tentang “siksaan” fans Madrid ini pernah diungkapkan Gareth Bale kepada mantan pelatihnya di timnas Wales, John Toshack.

Toshack meyakini bahwa Bale tidak merasa bahagia bersama Madrid.

Setelah di musim perdananya sukses membawa Los Blancos menjuarai Copa del Rey dan Liga Champions, musim kedua Bale di Santiago Bernabeu berjalan tidak sesuai harapan seiring dengan kegagalan timnya berprestasi.

Bale yang sudah mencetak tujuh belas gol di seluruh kompetisi, hanya tiga gol yang mampu disarangkan winger lincah ini dalam sembilan belas penampilan terakhirnya, dipersalahkan sebai pemain yang bertanggung jawab terhadap prestasi Madrid.

Seperti biasa, Bale pun dikritik.

Bale mendapat sorakan dan sempat diserang saat meninggalkan stadion dengan kendaraannya. Statistik pun mencatat, sejak dicibir oleh pendukung Madrid agresivitas Bale menurun.

“Yang jelas adalah Bale sekarang jauh lebih baik daripada yang sekarang. Jauh lebih baik — tidak hanya sedikit,” kata Toshack kepada Marca.

“Dengan Bale, segalanya tampak aneh. Saya tidak melihat dia bahagia.”

“Terkadang bermain di Madrid cukup membuat ngeri, tapi seharusnya tidak lagi begitu buat dia setelah dua tahun. Saya melihat banyak hal aneh yang terjadi. Isyarat terhadap Cristiano, wajahnya, cedera yang sempat mengganggu ritmenya.”

“Saya melihat dia bermain dan itu bukan dia. Saya kira dia menderita. Dia tidak lagi berlari.”

“ Padahal dia sering kali berlari sampai lima puluh meter atau lebih seperti saat final Copa del Rey tahun lalu. Tapi dia kini tidak lagi,” tambah pelatih yang pernah dua kali menangani Madrid itu.

Gareth Bale terus dijadikan kambing hitam fans Real Madrid atas prestasi klub yang tak meraih satupun trofi prestisius musim ini.

Terhadap “penghinaan” Bale ini, dukungan datang dari penyerang legendaris Ukraina, Andriy Shevchenko.
Menurutnya, ketimbang meladeni siulan dan cemoohan fans, Bale seharusnya tetap diam dan mencoba membungkam fans dengan permainan terbaiknya.

”Saya pikir ia hanya perlu diam dan mencoba menemukan performa terbaiknya,” kata Shevchenko kepada BBC Sport.

Mantan peraih Ballon d’Or dan Liga Champions itu juga berharap Bale membuat keputusan tegas, untuk bertahan atau pergi dari El Real. Jika bertahan, mantan pemain Tottenham Hotspur itu harus fokus kepada permainannya.

“Bale pemain hebat dan jika ia memutuskan bertahan di Spanyol, jika ia mencintai Real Madrid, maka ia seharusnya bekerja dan fokus kepada permainannya,” tambah mantan pemain AC Milan.

“Semuanya tergantung kepadanya dan apa yang ingin ia lakukan. Jika ia memutuskan untuk pergi, maka itu merupakan keputusannya,” lanjutnya.

marca, football espana dan bbc sports

Komentar