Atletico Telah Merampas Hegemoni Real

Penulis: Darmansyah

Selasa, 10 Februari 2015 | 16:33 WIB

Dibaca: 0 kali

Hegemoni Los Blancos atas rival sekotanya, Atletico Madrid, benar-benar telah runtuh. Lihat saja realitasnya. Data statistic merunut pertemuan dua tim ibukota Spanyol itu menegaskan Real belum pernah meraih kemenangan dari total enam kali duel.

El Real, yang sejara kesejarahan memiliki label raksasa sepak bola Spanyol itu, kalah empat kali dan dua kali hanya mampu bermain imbang.

Rontoknya hegemoni Los Blancos membuat Presiden Atletico, Enrique Cerezo, menyebut posisi Real Madrid saat ini identik dengan Atletico.

Tetapi dia tetap mengakui bahwa hal ini akan segera kembali berubah karena Madrid pasti bangkit.

“Hari ini Atletico menjadi pemimpin ibukota, tetapi itu bisa berubah besok,” ujar Cerezo, seperti dikutip “Mundo Deportivo,” Selasa, 10 Februari 2015

“Kami tidak akan melangkah mundur. Ada tiga poin dan mereka merasa sangat senang tetapi kami harus terus melanjutkannya dengan kerja dan tetap rendah hati. Itu merupakan kunci kesuksesan.”

“Saya yakin kami akan berjuang hingga akhir untuk dua gelar yang kami bisa raih, Liga dan Liga Champions. Saya tidak tahu jika kami akan menang tetapi kami akan berjuang.”

“Kami bisa mendapatkan final Liga Champions di Berlin. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk diraih. Tetapi saya yakin final ketiga akan menyenangkan.”

“Manfaat besar dari ini adalah bahwa Atletico adalah sebuah tim di mana masalah milik semua, bukan individu. Tak diragukan lagi, sebuah tim untuk selamanya.”

Dengan kemenangan akhir pekan kemarin, Atletico menguak asa untuk mempertahankan gelar Primera Division. Mereka kini hanya tertinggal tiga poin dari Madrid, yang masih berada di puncak klasemen dan dua poin dari Barcelona di posisi “runner up.”

Kebobolan empat gol tanpa balas yang didapat Real Madrid dalam lawatan ke Atletico Madrid bukan kekalahan terbesar El Real.

Tapi itu akan diingat sebagai salah satu yang paling memalukan terkait status El Derbi madrileno.

Atletico sudah menjadi momok buat Madrid di musim ini.

Sebelum lawatan ke Vicente Calderon pada Minggu pekan lalu, kedua tim sudah berhadapan lima kali di musim ini.

Di kurun tersebut Los Merengues tiga kali kalah dan cuma bisa dapat dua imbang sebagai hasil terbaik.

Skuat besuta Diego Simeone di akhir pekan lalu menghadirkan mimpi yang lebih buruk lagi buat El Real setelah meraih kemenangan telak empat gol tanpa balas.

Itu merupakan kekalahan terburuk Madrid dalam pertemuan dengan Atletico sejak dua puluh delapan tahun lalu.

Merajai Spanyol dan jadi klub paling sukses di Eropa, Madrid sepanjang sejarahnya beberapa kali dapat mimpi buruk karena menelan hasil-hasil yang jauh di luar prediksi dengan skor-skor besar.

Usai hasil memalukan di Vicente Calderon tersebut, Presiden Florentino Perez sampai datang mengunjungi pusat latihan El Real.

Kekalahan itu menyebabkan Madrid kini cuma unggul satu angka saja dari Barcelona.

Kekalahan besar itu sampai membuat Presiden Florentino Perez sampai mendatangi langsung pusat latihan Madrid yang terletak di Valdebebas.
Dikutip dari Marca, Perez secara langsung berbicara dengan Carlo Ancelotti dan seluruh pemain Madrid terkait hasil laga tersebut pada Senin kemarin waktu setempat.

“Saya ingin kalian kembali menjadi tim seperti sebelumnya. Kalian punya jutaan orang yang memberikan dukungan,” sahut Perez pada penggawa Madrid.

Baru sekitar sebulan lalu Madrid berada dalam kondisi terbaik mereka setelah meraih dua puluh dua kemenangan beruntun di berbagai kompetisi.

Rangkaian tersebut baru terhenti saat tunduk di tangan Valencia pada awal Januari.

Kekalahan ini juga berimbas pada kebencian fans Madriod terhadap Gareth Bale sebagai salah satu pemain yang disorot atas hasil buruk

Bale yang turun selama sembilan puluh menit di laga itu tampil kurang oke. Membuat empat puluh empat sentuhan bola, pemain Rp 1 triliun itu hanya bikin satu peluang. Itu pun tak tepat ke arah gawang.

Tak pelak, Bale mendapatkan kritik.

Pelatih tim nasional Wales Chris Coleman yakin si pemain mampu mengatasi tekanan itu.

Coleman menilai penilaian itu wajar diberikan kepada Bale.

“Dia pemain termahal di dunia dan mereka sedang dibelit masalah. Tapi tentu saja dia akan baik-baik saja,” kata Coleman seperti dikutip Sports Mole.

“Kalau Anda bergabung dengan klub terbesar di dunia dengan bayaran tertinggi dalam sejarah sepakbola, mental Anda sudah siap untuk menghadapinya dan sudah pasti tak akan terjebak di dalamnya.

“Saya tahu mana yang tepat untuk Gareth tapi ini Madrid dan ada harapan tinggi di sana,” jelas dia.

Komentar