Atletico Melawan Impresifitas Madrid

Penulis: Darmansyah

Rabu, 20 Agustus 2014 | 08:45 WIB

Dibaca: 0 kali

Atletico Madrid menyihir “El Real” di Santiago Barnebue, dalam laga “derbi madridleno,” Rabu dinihari WIB, 20 Agustus 2014, lewat penetrasi bola dan “cover devensive” blok pertahanan yang mereka mainkan sehingga di akhir pertandingan keduanya hanya bisa berbagi angka satu lawan satu.

Real Madrid boleh menguasai permainan. James Rodriguez boleh mencetak gol di penampilan pertamanya. Bahkan ancaman trisula Ronaldo, Bale dan Rodriguez mampu dijawab dengan sangat kalem oleh Atletico lewat penetrasi akselrasi pemain antar blok.

Dan Atletico boleh kehilangan Costa, Courtois dan Vidal. Tapi, dalam laga leg pertama Piala Super itu, Diego Simeone berhasil mengatasi impresifitas tim Ancelotti dengan strategi bertahan yang sangat efesien dan efektif.

Di laga itu El Real mendominasi jalannya pertandingan, tapi tidak mudah bagi mereka untuk membobol gawang Los Rojiblancos.

Kedua tim menampilkan kekuatan terbaik mereka. Madrid mengandalkan trio BBC, yakni Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, dan Gareth Bale di lini depan. Sedangkan Atletico menurunkan penyerang anyar, Mario Mandzukic.

Madrid yang menjadi tuan rumah di Supercopa de Espana memiliki modal yang cukup baik karena baru saja menjuarai ajang Piala Super Eropa saat mengalahkan Sevilla pekan lalu.

Meskipun bermain di hadapan pendukungnya dan mempunyai modal yang lebih baik, pelatih Madrid, Carlo Ancelotti mengakui, tidak mudah untuk mendapatkan kemenangan.

“Ini merupakan pertandingan dua leg. Pertandingan full, dan kami harus menyiapkan segalanya dengan baik. Laga leg pertama yang berakhir imbang tidak akan menjadi penentu, tapi kami akan berusaha untuk unggul serta bermain sebaik mungkin di leg kedua,” ujar Ancelotti kepada situs resmi klub, Rabu, 20 Agustus 2014.

“Ada atmosfer yang mengagumkan di Santiago Bernabeu. Kami menguasai bola bermain sesuai dengan rencana dan ada dukungan di laga derby. Para pendukung terlihat sangat antusias dan mereka membantu kami pada laga di leg pertama melawan Atletico,”ujar Ancelotti.

Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, usai pertandingan mengakui tim rival sekotanya, Real Madrid bermain dengan sempurna.”Mereka lebih baik dari kami. Mereka memiliki pemain hebat dari kegiatan belanja klub di lantai bursa transfer musim panas lalu, ujarnya.

Seperti diketahui, Real Madrid sukses menggaet beberapa bintang top dunia, sebut saja kiper timnas Kosta Rika, Keylor Navas, serta dua gelandang lainnya yang bersinar di Piala Dunia Brasil, James Rodriguez dan Toni Kroos.

Simeone menilai, Kroos adalah pemain yang berperan lebih besar dalam perbaikan di dalam permainan Los Blancos.

“Real Madrid kini telah membaik,” kata Simeone pada konferensi pers usai pertandingan seperti dikutip dari “Soccerway.”

“Kroos memberi mereka potensi besar di tengah lapangan menjadi lebih seimbang. Ini jauh lebih baik daripada tim tahun lalu,” lanjutnya.

Laga kedua tim berlangsung saling ngotot. Di babak pertama Atletico Madrid langsung melancarkan serangan menuju area pertahanan. Cristiano Ronaldo mendapatkan penjagaan yang sangat ketat saat dia menguasai bola.

Dua bahkan tiga pemain langsung melakukan pressing kepadanya.

Pertahan berlapis dan sangat ketat disusun oleh skuad Diego Simeone. Masih sangat sulit bagi pemain Madrid untuk mendapatkan ruang tembak. Bale bergerak ke depan mencoba menerima umpan dari Modric. Namun, ada Juanfran yang sangat sigap dan cepat untuk memutus aliran bola.

Madrid sepertinya dibiarkan untuk menguasai lapangan tengah. Namun, mereka sangat tidak mudah untuk masuk dan menciptakan peluang di kotak penalti.

El Real lebih unggul dalam penguasaan bola, dan beberapa kali melakukan penetrasi. Namun, setiap kali itu pula Atletico memainkan peran dengan benar. Tekanan konstan membuat tidak ada satu pun serangan berarti untuk kiper Miguel Moya.

Peluang muncul bagi Los Blancos ketika umpan silang Gareth Bale disambut dengan tandukan Cristiano Ronaldo, tapi melenceng. Kegigihan Atletico menahan laju tuan rumah menjadi senjata ampuh memandulkan lini depan Carlo Ancelotti. Sementara sundulan Saul juga masih menyamping.

Atletico melakukan serangan balik lewat dan Saul langsung menembak begitu sudah mendekati gawang. Arah bola pun melebar. Tanpa gol menutup babak pertama, menunjukkan betapa sengitnya El Derbi Madrileno ini.

Memasuki babak kedua, Los Blancos melakukan perubahan strategi dengan memasukkan James Rodriguez dan menarik Ronaldo. Kendati demikian pertahanan Atletico masih sangat rapat dan sulit ditembus.

Sejauh ini, tembakan jarak jauh yang dilepaskan oleh pemain Madrid masih sulit menembus pertahanan karena blok yang dilakukan bek Atletico.

Di menit pertengahan babak kedua, Atletico melakukan serangan balik, Mario Mandzukic mengumpan bola ke tengah, tetapi tidak ada satupun rekannya yang mampu menyambut umpan.

Masuknya Di Maria membuat Madrid kini hanya bermain dengan satu gelandang karena Modric digantikan.

Akhirnya James berhasil membobol jala Moya dengan memanfaatkan kemelut di depan gawang. Meski tembakannya sempat di blok, namun melaju mulus ke arah gawang dan Madrid unggul.

Tujuh menit kemudian Atletico mampu membalasnya. Raul Garcia sukses memanfaatkan tendangan sudut Koke, gol skor berubah menjadi satu-satu.

Kedua tim terlihat ingin menyudahi laga yang cukup sengit ini. Skor sama kuat bertahan hingga laga usai. Sebuah keuntungan didapatkan Atletico yang bakal menjamu tim yang sama di kandangnya pada leg kedua.

Komentar