Aplaus Untuk Cristiano Ronaldo

Penulis: Darmansyah

Kamis, 3 Oktober 2013 | 12:23 WIB

Dibaca: 3 kali

D Maria boleh menggenggam “superstar” di Santiago Bernabeu, ketika memberi dua gol untuk kemenangan Madrid dalam laga yang melumatkan Copenhagen, tapi justru Cristiano Ronaldo yang mendapat “aplaus” atas kesaksian sejarahnya, bermain 100 kali di pentas Champions League.

Tidak hanya kehadirannya sebagai pemain yang dicatatkan sebagai “Klub 100” oleh UEFA, tapi, di Kamis dinihari WIB, 03 Oktober 2013 itu juga, Ronaldo memberi sumbangan dua gol untuk “El Real” sebagai pelengkap kemenangan 4-0 atas Copenhagen.

Sebuah “jelajah” yang manis untuk Ronaldo di panggung Champions League dengan penapilan gemilangnya saat Real Madrid membutuhkan kemenangan setelah dihujat oleh publiknya karena tidak mampu bertengger di puncak klasemen La Liga.

Menurut tabloid “MARCA,” saat kickoff di Santiago Bernabeu, Kamis dinihari WIB, Ronaldo menggenapkan penampilannya menjadi 100 kali di kompetisi UEFA. Rinciannya, ia main 98 kali di Liga Champions, bersama Sporting Lisbon, Manchester United dan Madrid, plus dua kali di Piala UEFA juga bersama Sporting.

Dari jumlah itu, persentase kemenangan Ronaldo adalah lima puluh tujun persen. Ia menang 57 kali, seri 24 kali, dan 19 kali kalah.

Pemain termahal dunia nomor dua itu bermain sangat baik saat menghadapi Copenhagen. Oleh situs statistik Whoscored.com, ia diberi nilai 8,7 , hanya kalah dari rekan setimnya Angel di Maria yang diganjar poin sempurna, sepuluh, berkat dua gol plus satu assist.

Ronaldo di laga tersebut mencetak dua gol juga seperti halnya Di Maria. Yang membuatnya special adalah, di minggu lalu pada matchday pertama, Ronaldo mengukir hat-trick saat timnya menghantam Galatasaray 6-1 di Istanbul.

Sementara itu Angel Di Maria yang jadi bintang kemenangan Real Madrid atas Copenhagen berkat dua gol dan satu assist-nya pada Cristiano Ronaldo membuat decak kagum penonton karena dilakukan dengan tendangan rabona.

Rabona, atau disebut juga tendangan silang “crossed-kick” adalah teknik menendang di mana kaki yang digunakan untuk menendang menyilang melalui sisi belakang kaki tumpuan berpijak. Teknik ini biasa digunakan dalam skenario di mana pemain dalam posisi tidak menguntungkan untuk mengumpan atau melepaskan tendangan dengan kaki terbaiknya. Misalnya, winger berkaki kanan yang akan melepaskan umpan saat berada di sisi kiri namun tanpa harus mengubah posisi badan.

Rabona pertama tercatat dilakukan oleh Ricardo Infante dalam laga Estudiantes de la Plata dengan Rosario Central di tahun 1948, sementara Pele menjadi pesepakbola pertama yang melakukannya sambil direkam videonya pada tahun 1957.

Di Maria melakukan rabona saat berada di sisi kanan kotak penalti Kopenhangen. Sambil berlari dia yang tengah ditempel bek lawan lantas melakukan rabona dengan kaki kiri. Bola yang melayang ke tengah kotak penalti berhasil disundul Ronaldo dan berujung gol.

Dengan tambahan tiga poin dari laga dengan Copenhagen ini i membawa Madrid semakin kokoh di puncak klasemen dengan nilai sempurna. Mereka unggul empat poin dari Juventus, yang kembali bermain imbang ketika ditahan tamunya, Galatasaray, dengan skor 2-2.

Sementara itu Kopenhagen, yang di laga perdana menahan Juventus 1-1, menempati posisi ketiga dengan raihan satu poin, sedangkan Galatasaray menjadi juru kunci karena kalah selisih gol.

Madrid menatap laga ini dengan modal kemenangan besar atas Galatasaray di laga perdana Grup B dua pekan lalu di Istanbul. Tekad mengejar La Decima, membuat pasukan Santiago Bernabeu ini bermain agresif sejak peluit kick-off berbunyi, meskipun mereka tak diperkuat pemain termahal di dunia, Gareth Bale, yang cedera paha.

Tim besutan Carlo Ancelotti ini pun langsung menghadirkan sejumlah peluang berbahaya. Pada menit keenam, Karim Benzema menyundul bola umpan silang Marcelo dari sayap kiri. Sayang, bola masih melebar dari gawang Wiland.

Serangan gencar yang dilakukan Los Galacticos berbuah gol pada menit ke-21. Ronaldo mencatatkan namanya di papan skor, setelah memaksimalkan umpan silang Marcelo yang tak bisa diantisipasi barisan pertahanan tim tamu. Ronaldo yang berdiri di tiang, jauh dengan mudah menyundul bola untuk mengoyak jala.

Meskipun terus mendapatkan tekanan, Kopenhagen juga memiliki sebuah peluang berbahaya, yang terjadi pada menit ke-41. Berawal dari tendangan sudut, Jorgensen melakukan sundulan ke mulut gawang. Beruntung bagi Madrid, karena Luka Modric berada di posisi yang tepat untuk menghalau bola, sehingga selamatlah tuan rumah dari kebobolan. Babak pertama berakhir dengan skor 1-0 untuk Madrid.

Memasuki babak kedua, Madrid tetap memegang kendali permainan. Raksasa Liga Spanyol ini terus menggempur pertahanan Kopenhagen dan Ronaldo kembali menjebol gawang Wiland pada menit ke-65. Ini adalah gol kelima Ronaldo pada Liga Champions musim 2013/14, yang menempatkannya di posisi teratas daftar sementara pencetak gol terbanyak kompetisi elite antarklub Eropa tersebut.

Enam menit berselang, giliran Di Maria yang mencetak gol ketiga Madrid, setelah dia beberapa kali membuang kesempatan bagus. Unggul dengan skor besar ini membuat Madrid kian nyaman bermain dan terus mendominasi ball possession dengan perbandingan 64 persen berbanding 36 persen. Ini membuat Iker Casillas, yang mendapat kepercayaan sebagai kiper utama, hanya “berpangku tangan” karena tak mendapat ujian berat.

Menjelang pertandingan usai, Madrid menambah satu gol lagi. Di Maria kembali mengukir namanya sebagai pencetak gol di menit ke-90+1, yang membuat Madrid mengakhiri pesta di Bernabeu dengan kemenangan 4-0.

Komentar