Ambisi Real Terbunuh di Mestalla Stadium

Penulis: Darmansyah

Kamis, 23 Februari 2017 | 10:28 WIB

Dibaca: 0 kali

Stadion Mestalla “membunuh” ambisi Real Madrid untuk menjauh dari Barcelona di klasemen La Liga Liga usai Valencia, Kamis dinihari WIB,  memberi kekalahan satu berbanding dua bagi mereka.

“Real Madrid gagal memanfaatkan laga sisa yang ada di tangan mereka untuk memperlebar jarak dengan Barcelona setelah  dua gol  bersarang di gawang mereka di sepuluh menit pertama,” tulis “marca” dengan nada setengah mengejek.

Dua gol dari pemain Valencia Simone Zaza dan Fabian Orellana membuat Stadion Mestalla bergemuruh.

Hanya dalam kurun waktu sembilan menit, mereka mampu membawa timnya memimpin dengan skor dua gol.

Pendukung Valencia bersorak gembira sedangkan suporter Real Madrid terdiam tak percaya.

Di awal-awal laga, Madrid langsung mengambil inisatif untuk melakukan tekanan gencar ke lini pertahanan Valencia. Los Blancos sadar mereka bisa memanfaatkan laga ini untuk memperbesar peluang mereka untuk jadi juara La Liga musim ini.

Tetapi justru yang terjadi kemudian, Madrid malah tak fokus saat bertahan dan harus menderita dua gol cepat dari serangan Valencia.

Dua gol Valencia itu sendiri terjadi lewat serangan di sisi kiri pertahanan Madrid. Tempat Marcelo berada.

Di balik proses gol pertama, selain insting gol dan kejeniusan Zaza, pertahanan Madrid yang tak sigap juga sedikit berperan di dalamnya.

Ketika Munir menerima bola di sisi kiri, tak ada penjagaan yang berlebihan dari Sergio Ramos yang terpaksa melebar ke sisi kiri.

Marcelo yang seharusnya menempati posisi bek kiri tak sedari awal membayangi pergerakan Munir. Alhasil, ia harus turun ke dalam kotak penalti untuk melapisi pertahanan di belakang Ramos.

Tetapi Munir tak memilih opsi untuk melakukan aksi individu dengan melewati Sergio Ramos. Munir memilih untuk melepaskan umpan silang ke dalam kotak penalti.

Varane yang jadi tumpuan di kotak penalti pun dikejutkan oleh aksi Zaza. Setelah menerima bola dengan kaki kirinya, Zaza melakukan gerakan berputar sambil melepaskan tembakan ke gawang. Proses gol ini terbilang sulit untuk dihalau oleh lini pertahanan Madrid karena gerakan Zaza tak terduga dan hanya berlangsung dalam hitungan detik.

Bila gol pertama Valencia lebih banyak didasarkan pada kehebatan Zaza, maka tidak demikian halnya dengan gol kedua.

Pada proses gol kedua, Valencia sukses melakukan serangan balik yang memanfaatkan celah di sisi pertahanan Madrid.

Niat Varane dan Marcelo untuk naik membantu serangan malah jadi bumerang. Varane naik terlalu jauh membantu serangan hingga melebihi garis lini tengah. Sedangkan Marcelo juga sudah menunggu umpan jauh di depan.

Alhasil saat Varane kehilangan bola, maka di situlah bencana Real Madrid dimulai. Bola liar yang lepas dari kontrol Varane langsung diumpan ke Zaza yang berlari dari garis tengah lapangan.

Zaza menusuk ke arah kanan pertahanan Madrid seolah mengindikasikan serangan bakal datang ke sana.

Zaza lalu memberikan umpan pada Nani yang bergerak naik. Ramos lalu terus berlari membayangi penyerang pinjaman Juventus itu. Daniel Carvajal pun sudah bersiap mengantisipasi gerakan Nani.

Luka Modric juga ikut turun melapisi lini belakang sekaligus menjaga pergerakan Nani. Tetapi Nani yang ada di hadapan pertahanan Madrid saat itu bukanlah Nani yang egois.

Mantan pemain Manchester United itu melihat sisi kiri Madrid yang begitu terbuka.

Bukan hanya satu pemain yang berlari di sana, melainkan dua pemain yang berlari beriringan, Orellana dan Munir. Orellana pun dengan tenang menaklukkan kiper Real Madrid, Keylor Navas dalam duel satu lawan satu.

Selain kecerobohan Varane, kesalahan lain di balik gol ini adalah tidak sigapnya Toni Kroos untuk turun ke belakang membantu pertahanan. Padahal Orellana melakukan start lari lebih jauh dari Kroos saat serangan balik terjadi.

Namun gelandang asal Jerman itu justru hanya berlari kecil lantaran bola dioper Zaza ke arah kanan pertahanan Madrid. Mungkin Kroos menduga Valencia akan memusatkan serangan di sisi sebaliknya sehingga ia tak perlu turun membantu serangan.

Bila saja Kroos berlari sekuat tenaga membayangi Orellana, maka bisa saja hal Orellana tak akan semudah itu menceploskan bola.

arane yang kehilangan bola sudah berusaha kembali secepatnya ke belakang. Tetapi posisi start lari yang ia lakukan tak memungkinkannya mengejar laju lari Orellana.

Di kotak penalti, Varane pada akhirnya mampu membayangi Orellana dan coba melakukan blok dengan tekel-nya. Tetapi usaha tersebut telat satu langkah sehingga Orellana bisa melepaskan tembakan ke gawang.

Buruknya antisipasi Keylor Navas semakin mempertegas performa payah lini belakang Madrid di awal laga itu.

Tertinggal dua gol di sepuluh  menit awal pada partai tandang jelas merupakan pukulan berat bagi Madrid.

Mereka memang terus berusaha menekan Valencia di delapan puluh menit sisa laga, tetapi Valencia sukses memberikan pelajaran pada Madrid tentang cara bertahan yang baik.

Atas kekalahan itu bek Real Madrid Marcelo mengakui timnya tampil buruk sejak awal.

Menurutnya, Madrid langsung membuat kesalahan fatal pada awal-awal babak sehingga harus dibayar mahal kebobolan dua gol oleh Valencia.

Laga baru berusia lima menit, tim arahan Zinedine Zidane itu langsung kemasukan oleh gol penyerang Valencia Simone Zaza.

Zaza yang mendapat assist dari Munir El Haddadi mencetak gol indah di dalam kotak penalti.

Sesaat setelah menerima bola operan dengan posisi membelakangi gawang, ia sempat mengontrol bola kemudian balik badan dan langsung melepaskan tembakan dengan kaki kirinya.

Hanya jeda empat menit, Madrid kembali kebobolan. Gol Valencia berikutnya dipersembahkan oleh Fabien Orellana memanfaatkan assist soloran dari Luis Nani.

“Real Madrid memulai (pertandingan) sangat buruk. Tak ada lagi alasan dan kami patut disalahkan karena kebobolan dua gol yang amat disayangkan,” ujar Marcelo seperti dikutip dari Marca.

“Kami berupaya melakukan segalanya demi menyamakan skor, tapi semua itu sudah terlambat.”

Madrid hanya mampu membalas satu gol lewat tandukan Cristiano Ronaldo memanfaatkan umpan lambung dari sisi kanan pertahanan Valencia.

“Valencia adalah tim hebat. Mereka melalui masa-masa sulit, tapi sejujurnya sangat sukar bermain di stadion ini  di tengah para pendukung mereka,” ucap Marcelo.

“Kami harus belajar dari kesalahan ini. Kami masih menjadi pemimpin klasemen, tapi kami tak bisa bermain buruk seperti ini lagi.

Komentar