Utak Atik “Perang” Real Melawan The Red

Penulis: Darmansyah

Jumat, 25 Mei 2018 | 08:59 WIB

Dibaca: 0 kali

“Perang” antara Real Madrid melawan Liverpool di laga final Liga Champions di Kiev, Ukraina, masih menjadi utak atik kedua klub untuk mencari kelemahan maupun strategi yang pas guna memenangkan pertandingan.

Sebut saja tugas yang diberikan kepada bek kanan Liverpool Trent Alexander-Arnold.

Ia  akan mendapat tugas berat pada final Liga  untuk  menjaga pemain terbaik dunia saat ini, Cristiano Ronaldo

Bek berusia muda  itu menganggap menjaga Ronaldo adalah tantangan terbesar dalam kariernya sejauh ini.

“Ya, ini akan jadi tantangan terbesar saya. Ronaldo salah satu pemain terbaik yang pernah saya lihat. Dia melakukan hal luar biasa. Sabtu nanti kami akan berusaha mencegah dia menunjukkan penampilan terbaik,” ujar Alexander-Arnold dikutip dari Marca.

Alexander-Arnold yakin Ronaldo punya kelemahan. Namun, bek jebolan tim akademi Liverpool itu masih mencari kelemahan dalam permainan Ronaldo.

“Ronaldo juga punya kelemahan, sama seperti pemain lainnya. Saya tidak tahu apa kelemahan itu, karena saya belum mempelajarinya. Saya akan melihat video penampilan Ronaldo untuk mencari tahu,” ucap Alexander-Arnold.

Hanya fokus mematikan pergerakan Ronaldo dianggap Alexander-Arnold akan menjadi bumerang bagi Liverpool saat melawan Madrid di final Liga Champions.

Pasalnya, Madrid dianggap Alexander-Arnold masih memiliki pemain berbahaya selain Ronaldo.

“Real Madrid tidak hanya bergantung ke satu pemain, mereka punya pemain ancaman lainnya dan punya tim spektakuler. Setiap pemain yang masuk dari bangku cadangan adalah kelas dunia, jadi pertandingan ini berat buat kami,” ucap Alexander-Arnold.

Alexander-Arnold merupakan salah satu bintang muda Liverpool musim ini.

Bek kelahiran Liverpool itu sudah tampil di tiga puluh dua pertandingan di semua kompetisi musim ini, termasuk sebelas laga di Liga Champions.

Usai final Liga Champions 2018, Alexander-Arnold akan bergabung dengan timnas Inggris di skuat Piala Dunia

Sementara itu, gelandang Liverpool Jordan Henderson  secara terus menyatakan ingin memenangkan Liga Champions .

Liverpool musim ini selangkah lagi mencatatkan sejarah dengan menjadi juara Liga Champions.

Bila sukses mengalahkan Real Madrid, maka Liverpool akan meraih trofi keenam sepanjang sejarah mereka.

“Kami adalah tim fantastis dengan sejumlah pemain hebat dan manajer kelas dunia, karena itu kami harus membuat sejarah dengan memenangkan trofi. Hal itulah yang akan dinilai di akhir nanti,” ucap Henderson seperti dikutip dari situs resmi klub.

Henderson yakin gelar Liga Champions akan membuat tim musim ini jadi salah satu tim yang dikenal sepanjang sejarah Liverpool.

“Dalam 20-30 tahun mendatang, semoga publik bisa melihat tim dan mengatakan betapa bagusnya kualitas tim ini, serta bagaimana spesialnya penghargaan yang kami raih,” ucap Henderson.

Henderson mengatakan Liverpool musim ini adalah tim dengan semangat paling bagus sepanjang kariernya di lapangan hijau.

“Mungkin tim musim ini adalah tim dengan semangat juang paling kuat sepanjang perjalanan karier saya. Kalian bisa melihat hal itu di lapangan.”

“Melaju ke final Liga Champions adalah hal yang sulit. Karena itu kalian bisa melihat bagaima semua pemain begitu bergembira bersama ketika ada pemain yang mencetak gol,” tutur Henderson.

Henderson juga memuji suporter Liverpool yang mendampingi perjalanan mereka musim ini.

“Kalian bisa melihat ketika di Roma kami merayakan keberhasilan bersama suporter, sungguh sebuah perasaan yang luar biasa. Hal ini menunjukkan eratnya hubungan antara pemain, klub, dan suporter.”

“Mereka punya peran besar di balik keberhasilan kami ke final. Sungguh sulit menggambarkan perasaan sebagai pemain Liverpool ketika keluar lapangan dengan nyanyian You’ll Never Walk Alone dari mereka,” ujar Henderson.

Sementara itu penyerang Liverpool asal Mesir Mohammad Salah, seperti ditulis “mirror,” akan berpuasa  selama delapan belas jam di hari pertandingan itu

Pertandingan yang dihelat di NSC Olimpiyskiy Stadium, Kiev, Ukraine tersebut akan dimulai pada pukul  malam hari  waktu setempat.

Laga itu digelar pada pertengahan bulan Ramadan di mana penganut agama Islam menunaikan kewajiban ibadah puasa dari sebelum matahari terbit hingga terbenam.

Dilansir dari El-Ahly, pelatih Liverpool Juergen Klopp mengizinkan para pemain muslim untuk berpuasa.

Klopp selalu menghargai Salah, Sadio Mane, dan Emre Can jika mereka ingin menunaikan ibadah puasa.

Ketiganya kemungkinan besar akan bermain dalam laga puncak, terutama Salah dan Mane yang selama ini jadi pilar The Reds.

Khusus Salah, banyak penggemarnya menanyakan kemungkinan dia berpuasa melalui media sosial. Kepada El-Ahly, bintang Mesir itu konfirmasi akan menunaikan rukun Islam keempat  itu.

Belakangan, El Ahly memberitakan Liverpool telah meminta Salah untuk sarapan dan tidak berpuasa saat final Liga Champions.

Salah adalah satu di antara pesepak bola Islam yang tak sungkan menunjukkan identitasnya sebagai muslim yang taat dalam lapangan hijau.

Pemain internasional Mesir ini kerap mengekspresikan kegembiraannya dengan sujud syukur usai mencetak gol.

Pemain kelahiran Mesir, terlahir dari keluarga muslim yang taat. Magi, istri Salah, bahkan menamai anaknya Makka yang terinspirasi dari Mekkah, kota suci umat Islam dan tempat lahirnya Nabi Muhammad SAW.

Kendati merumput di beberapa klub Eropa, di mana pemeluk Islam menjadi minoritas, Salah yang kini merapat ke Liverpool, tak meninggalkan identitas sebagai muslim yang taat.

Ketika bermain untuk FC Basel, Chelsea, Fiorentina, dan AS Roma, Salah tetap melakukan kewajiban salat di waktu luang.

Komentar